Tags

, , ,

Poster by : J.Joker , makasih ya posternya wkwkw XDD

 

Kalau aku bilang aku menyukaimu apa kau percaya? ku rasa tidak…

 

PART DUA NIH~ ~ ~ ~ ^ ^ Happy Reading deh ya  ƪ(‾ε‾“)ʃ

_______

Heechul membenarkan letak tas kameranya yang menggantung indah di bahu kananya. Sebenarnya jadwal kerjanya itu besok tapi Heechul ingin menyegarkan pikiranya dan membuang jauh-jauh tentang sifat menyebalkan dari ‘Housemate’nya itu

 

Dan lagi… Karena sudah lama tidak pulang ke Indonesia ia merindukan berbagai jenis objek menarik yang bisa ia bidik dengan kameranya ini

 

Selama Heechul berjalan dengan tenang di koridor sebuah kantor… Mata para wanita yang bekerja di sini tak henti-hentinya berdecak kagum memandang wajah Heechul yang tampan

 

Pria tinggi yang tampan siapa sih yang tidak menyukainya hanya dengan sekali lihat?

 

Yah… Pengecualian untuk gadis jutek yang sekarang entah sedang melakukan apa di sebuah apartemen itu. Sepertinya hubungan mereka tak akan pernah akur. Mungkinkah? Tidak ada yang tahu akan hal itu

 

Kembali ke cerita

 

“Alex!” panggil Heechul dan menepuk bahu seorang pria yang berjalan memunggunginya

 

Orang yang merasa bahunya di tepuk dan namanya di panggil segera menoleh dan langsung membalikan badanya sambil menatap Heechul dengan mata melotot

 

“elo! ngapain ke sini? fotografer harus istirahat karena besok pasti sibuk, pulanglah~”

 

“heran deh sama muda-mudi negeri ini, suka banget pakai bahasa tidak sopan seperti itu” Heechul tak memperdulikan ucapan Alex tadi

 

Alex adalah teman sejawatnya, saat di Korea atapun di Indonesia. Pria yang benama lengkap Alexander Wijaya ini sudah membantu Heechul dan dia orang yang merekomendasikan apartemen yang nyaman tapi menjadi tidak nyaman itu untuknya

 

“elunya aja yang terlalu formal” Alex mencibir dan memukul dada bidang Heechul dengan map yang ia pegang

 

“nostalgia yuk! mumpung kerjaan gue udah kelar semua dan mumpung langit belum terlalu gelap” lanjut Alex bersemangat

 

_______

“gue kangen banget saat-saat kaya gini” ujar Alex pada dirinya sendiri dengan senyum tulus yang selalu pria ini tampilkan, semilir angin membuat rambut Alex bergoyang ke samping dan menambah pesonanya, Alex sama tampanya dengan Heechul bahkan bisa di bilang ia ini bule tapi entah kenapa saat Heechul kembali warna kulitnya berubah sedikit gelap dan ia terlihat semakin berkharisma. Heechul menurunkan kameranya dan menoleh ke arah Alex

 

“sepertinya kamu jarang jadi fografer lepas lagi ya? sesibuk itukah?” tanya Heechul

 

Alex menghela nafas dan berhenti membidik para anak-anak yang sedang tertawa dengan gembira hanya karena sedang bermain karet. Ia memberi isyarat pada Heechul agar mengikutinya untuk duduk di rerumputan taman ini. Heechul segera duduk di samping Alex

 

“banget Chul, gue seneng banget saat tau kalo bokap lu bilang elu bakal kerja di sana, akhir-akhir ini pengkritik sedang naik daun dan perusahaan ayah lo ini sangat membutuhkan fotografer yang handal kaya elo”

 

“kamu juga sama handalnya denganku dan berhenti memotong namaku!”

 

“ehehehe repot. apa aku harus memanggilmu qaqa Chullie?” Alex mengubah nada bicaranya menjadi manja dan itu sangat menggelikan di telinga Heechul

 

“kamu aneh” balas Heechul dan begidik ngeri

 

Alex meninju bahu Heechul membuat pria ini mengurungkan niatnya untuk memotret burung-burung yang sedang berlomba untuk kembali ke sarang mereka masing-masing

 

“gue bercanda! gini-gini gue udah mau ngelamar Sinta tahun depan hahahaha”

 

“eh ngomong-ngomong gimana apartemenya? asik kan? dulu gue sempet nyewa satu kamar di sana selama 6 bulan dan tinggal di sana bener-bener nyaman! sayang gue harus balik ke rumah lagi karena bokap nyokap gue lagi balik ke Amrik” Alex melanjutkan

 

“hmm” Heechul hanya bergumam dan mulai sibuk dengan melihat hasil bidikanya, ia malas untuk menceritakan kejadian tadi kepada Alex

 

Alex mengerucutkan bibirnya saat Heechul hanya bergumam tidak jelas dan ia tak ada niatan untuk bertanya ‘kenapa’ karena ia sudah tau hal itu akan percuma saja. Heechul tipe orang yang tak suka di paksa untuk menceritakan suatu hal, agak tertutup juga sih sebenarnya

 

Dan pada akhirnya Alex ikut melihat hasil potretnya pada kameranya sendiri

 

Seakan teringat sesuatu, Alex segera mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Heechul

 

“lo udah nemuin bokap lo?”

 

Heechul menggeleng pelan dan matanya seolah tak ingin melirik kemanapun selain memerhatikan hasil jepretanya

 

“ya ampun! lo harus ngabarin bokap lo kalo lo udah tiba di Indonesia biar ga khawatir”

 

“nanti beliau pasti akan menelfonku karena aku yakin ibuku yang ada di Korea sudah mengabarinya, kalaupun tidak, sebelum tidur aku akan menelfonya” balas Heechul santai

 

_______

Heechul menekan gagang apartemenya tapi tak terbuka,ia meringis pelan saat tau kalau tadi ia menguncinya. Saking sebalnya dengan gadis tadi ia sampai tak sadar kalau ia sudah mengunci apartemenya

 

Setelah terbuka, pria ini segera masuk dan menutupnya secara perlahan

 

“sepi sekali” gumam Heechul tanpa mengeluarkan suara, ia meletakan tas kameranya ke atas meja tengah dan duduk di atas sofa yang ada

 

Hanya jalan-jalan sebentar tapi ia sudah merasa lelah. Wajar saja sih, seharusnya memang hari ini ia istirahat penuh untuk mempersiapkan diri bekerja esok hari

 

Kepala Heechul secara refleks menoleh saat mendengar suara pintu terbuka dan gadis itu keluar dari toilet dengan rambut yang basah. Ia menatap Heechul datar dan melangkah ke arah sofa yang lain lalu duduk di atasnya sambil menggosokan rambutnya dengan handuk

 

Aroma sabun strawberry tercium jelas di indera penciuam seorang Kim Heechul dan bau shampoo yang di pakai gadis itu juga sangat jelas tercium. Baru saja Heechul beranjak dari tempatnya. Gadis itu membuka mulutnya dan bicara dengan ekspresi dingin membuat Heechul menatapnya beberapa saat

 

“aku tidak sadar kalau tadi aku menguncinya, maaf”

 

Yorin mendengus saat mendengar jawaban pria yang lebih tinggi darinya ini, Yorin kembali menyibukan diri untuk mengeringkan rambutnya

 

“tidak ada makan malam kali ini” ujar Yorin tanpa melihat ke arah Heechul sedikitpun dan pria itu juga tak menoleh kebelakang saat ia sudah tiba di depan pintu kamarnya

 

“aku juga tidak lapar” balas Heechul lalu menekan kenop pintunya dan mulai masuk, tak lupa ia menutup pintunya kembali

 

_______

Yorin membenarkan letak selimutnya dan masih terus mencari posisi yang pas untuk tidur tapi… MANA BISA TIDUR DI SOFA YANG SEMPIT DAN KURANG PANJANG JUGA TIDAK TERLALU EMPUK INI!!!!

 

Sofa paling panjang —di apartemen ini— hanya bisa di tempati dua orang, wajar saja jika terasa sempit. Dan ada dua sofa untuk satu orang di kanan juga di kiri sofa ‘panjang ini’

 

Kaki Yorin harus di tekuk agar tubuhnya sepenuhnya berada di sofa, dan ia sangat bersyukur karena apartemen ini tak memelihara nyamuk. Ia benci nyamuk!

 

Dengan paksaan dari diri sendiri pada akhirnya Yorin menutup matanya dan mulai terlelap

 

_______

Yorin terperangah saat melihat Heechul keluar dari kamarnya dan ia masih membuka mulutnya dengan roti tawar yang belum sempat masuk ke dalam mulut Yorin

 

Yorin sendiri sudah yakin kalau pria ini bangun lebih pagi darinya karena ia terbangun juga karena aroma fresh dari sabun yang Heechul pakai

 

Ok. Acara terpesona dalam waktu sedetik kita sudahi dulu karena saat ini Heechul ataupun Yorin saling menatap tak suka. Dan Yorin memilih untuk melengos lalu menggigit roti tawar dengan selai coklat yang tadi ia buat sendiri

 

Yorin dengan santainya berjalan ke arah kulkas dengan satu tangan yang memegang gelas sedangkan mulutnya bertugas menggigit rotinya agar ia bisa menuangkan susu murni ke dalam gelas yang ada di apartemen ini

 

Heechul mulai melangkah dan mengambil beberapa alat masak juga bahan-bahan untuk membuat sarapanya

 

“rotiku, selaiku dan susu murniku itu semua tidak gratis”

 

Yorin yang sedang meminum susu murni itu langsung tersedak dan menatap tajam ke arah Heechul

 

Demi apapun Yorin bersumpah ia akan bertanya dulu dari mana asal makanan ini. Rasanya ia ingin menjitak kepala pria yang sedang sibuk memasak tanpa mengalihkan perhatianya sedikitpun

 

“sorry, gue gatau kalau lo yang beli makanan ini” Yorin meletakan gelas yang masih berisi susu murni ke atas meja makan dengan hentakan yang cukup kencang, hingga isinya tumpah ke atas meja

 

Heechul menoleh ke arah Yorin tapi gadis ini tak menyadarinya dan ia melangkah ke arah tempat sampah yang ada di samping kulkas dan dengan santainya ia membuang roti tersebut

 

“kamu ga menghargai makanan, tidak punya etika sekali”

 

Yorin mengepalkan tanganya dan menoleh ke arah Heechul dengan pandangan yang kesal

 

“gue ga akan pernah menghargai makanan buatan lo, makanan pemberian elo atau semacamnya!”

 

“memangnya aku yang memberimu? kau sendiri yang se-enaknya memakan roti-rotiku”

 

Mata Yorin memanas… Bukan karena ia sakit hati… Bukan, tapi karena ia masih lelah, tidurnya semalam benar-benar tidak nyenyak dan pagi ini ia harus berdebat dengan orang asing yang super duper menyebalkan yang sayangnya adalah ‘Housemate’nya

 

Yorin mendengus pelan dan memilih untuk mandi lalu bersiap pergi ke kampus barunya

 

 

To Be Continued

ada yang mau tau Alex kaya apa? ini nih, boleh nyomot dari gugel dan di edit sana sini doang wkwkwk._.

 

Alex

 

-Eunhyuk wife-

Advertisements