Tags

, , ,

Poster by : J.Joker , makasih ya posternya XDD

 

Kalau aku bilang aku menyukaimu apa kau percaya? ku rasa tidak…


Siapkan golok, bambu runcing atau semacamnya jika anda ingin memutilasi saya karena ceritanya aneh (.___. ) abis yang bikin aja aneh sih u,u wkwkw /plak

 

Selamat Membaca Ya~ ~ ^ ^

_______

“hey Haneul-ya~ jangan memelukku se-erat ini” ujar seorang pria tampan dengan tubuh yang cukup tinggi

 

Gadis yang 2 menit lalu masih memeluknya ini langsung melepas pelukanya dan mengerucutkan bibirnya ke arah si pria sambil sedikit mendongak agar ia bisa menatap wajah tampan saudaranya itu

 

“sepupuku manja banget sih” si pria mencubit gemas kedua pipi gadis yang tadi memeluknya

 

“aku yakin Heechul oppa tidak akan merindukanku jadi… yasudahlah~ hati-hati” gadis yang di panggil Haneul ini membalikan badanya dan berjalan santai untuk segera kembali ke rumahnya, lagi pula hari ini ia harus menghadiri suatu pameran lukis

 

“hey siapa bilang?” pria tampan bernama Heechul itu langsung memeluk leher Haneul dari belakang beberapa saat lalu membalikan tubuh Haneul

 

“aku akan lama di Indonesia sudah pasti aku akan merindukan suara bawelmu itu hahaha” ujar Heechul sambil tertawa membuat ia terlihat semakin tampan

 

“yasudah sampai nanti yaaa~ baik-baik sama monkey” lanjut Heechul sambil mengecup kening sepupunya sekilas, mata Haneul membelalak dan langsung meneriaki Heechul yang sudah berlari

 

“YA! MATI KAU KALAU MENGATAI PACARKU SEPERTI ITU LAGI!! KIM HEECHUL!!!!” teriak Haneul kesal setengah mati pada sepupu tersayangnya itu dan ia tak peduli mendapat tatapan aneh dari orang-orang yang lewat di sekitarnya

 

_______

Surabaya… HAAAAAAA GUE HARUS BERPISAH DENGAN ORANG TUA GUE, KAKAK GUE DAN ADIK GUE HANYA UNTUK KULIAH DISINIIII, batin seorang gadis yang bernama lengkap Yorinka Permata sambil melepas kacamata penghalang sinar mataharinya

 

“yaa.. apa boleh buat, kampus yang bagus dan sudah menjadi incaran gue adanya di sini bukan di Jakarta-____- awas aja kalau gue ga jadi sarjana… eh.. amit-amit deh” Yorin —nama panggilanya— gadis manis dan cantik ini berhenti menggerutu dan mulai menggeret kopernya lalu naik ke sebuah taksi yang selalu tersedia di bandara tersebut

 

_______

“ah! kakak gue emang pinter deh nyariin apartemen buat gue hahaha” Yorin bersorak gembira saat taksinya sudah tiba di depan sebuah gedung sederhana, tidak kecil dan tidak besar tapi Yorin yakin seratus persen apartemen ini tempat yang sangat pas untuknya

 

Lihatlah~ dari luar apartemen ini begitu asri dan terlihat menyejukan^ ^

 

“nih pak ambil aja kembalianya” lanjut Yorin sambil menyodorkan selembar uang dengan nominal 100ribu rupiah, si supir mengangguk dengan wajah senang lalu Yorin segera turun begitu pula dengan supir taksi itu karena ia ingin membantu Yorin mengeluarkan kopernya yang ada di bagasi

 

Yorin menggeret kopernya dengan hati yang senang, kalau tempatnya se-asri ini ia tidak ingin pulang ke Jakarta yang macet dan panassss itu

 

Setelah Yorin masuk kedalam gedung apartemen itu. Beberapa saat sebuah taksi yang lain berhenti tepat di depan gedung apartemen yang terlihat asri ini

 

Seorang pria menghirup udara banyak-banyak dan menghembuskanya secara perlahan, karena tidak ada halangan ia tiba di Indonesia pukul 4 sore dini hari dan cuacanya sangat bagus!

 

Pria itu yang tidak lain lagi adalah Kim Heechul, ia menggeret kopernya ke arah pintu masuk gedung apatemen ini

 

Seseorang sudah merekomendasikan apartemen sederhana tapi nyaman ini untuknya dan Heechul bersyukur telah mengikuti saran temanya itu

 

“atas nama Yorinka Permata”

 

“atas nama Kim Heechul” Heechul bernafas lega saat aksen bahasa Indonesianya tidak aneh, ia bersyukur saat remaja sudah mempelajari bahasa ayahnya ini

 

Seorang ibu-ibu yang memasuki umur empat puluhan tersenyum ragu ke arah Heechul dan Yorin secara bergantian

 

Seakan tersadar Heechul dan Yorin saling melirik sekilas begitu tau bukan hanya dia yang ada di sini

 

“err… maaf tapi hanya ada satu tempat yang kosong”

 

“what?” pekik Yorin dengan wajah tak terima

 

Heechul berdeham sebelum ia menyampingkan tubuhnya dan menatap gadis disampingnya ini. Yorin ikut menoleh ke arah Heechul dengan wajah yang dingin

 

“maaf nona, tapi saya sangat membutuhkan tempat di sini” ujar Heechul sesopan yang ia bisa. Yorin yang mendengar itu langsung mendengus

 

“hey tuan apa kau tak tau jika aku membutuhkan tempat juga?” balas Yorin jutek dan kembali menolehkan kepalanya ke arah ibu-ibu di depanya yang menjaga meja resepsionis

 

“bude pasti tau aku kan? ka Kiky udah memesan tempatnya kan?” tanya Yorin mencoba untuk sabar

 

“saat dia memesan sih kamarnya masih banyak nak tapi gatau kenapa jadi ramai, alhamdulilah sih bude mah hehehehe jadi bagaimana? apa bude telfon Kiky aja? siapa tau kakak kamu punya rekomendasi di tempat lain”

 

“jangan!” sergah Yorin langsung, ia menyukai tempat ini dan Yorin tak yakin akan setuju dengan rekomendasi tempat lain dari kakaknya. Lagi pula Yorin yakin betul sang kakak pasti sedang sibuk karena ia akan segera melangsungkan sebuah pernikahan dengan pacar tercintanya itu

 

“terimakasih saya naik dulu” Heechul membuat Yorin dan si bude ini melihat ke arahnya, tanpa bude sadari tadi Heechul telah menandatangani kertas sewa untuk apartemen yang tak terlalu mahal ini dan telah mengambil kuncinya

 

Yorin menggertakan giginya dan menyusul pria asing tersebut

 

“hey! gue duluan yang mesen, lo jangan se-enaknya ngambil hak gue!”

 

“gue? tidak ku sangka bahasa itu masih ada, gunakan bahasa negaramu yang sopan dan bagus, nona” ujar Heechul acuh dan begitu pintu lift terbuka ia segera masuk. Dan masih dengan sifat keras kepalanya, Yorin ikut masuk

 

“bodo amat! cepetan serahin kuncinya, besok gue ada kuliah” seru Yorin tapi Heechul seolah menganggap Yorin tak ada

 

Saat dentingan pintu lift berbunyi ketika berada di lantai 5, Heechul segera keluar dan berjalan dengan santai sedangkan Yorin langsung mendorong punggung Heechul perlahan membuat langkah Heechul terhenti dan membalikan badanya

 

“lo tuh… astaga masa gue mesti ngomong kasar sih? plissss gue butuh tempat ini, gue tidur di mana kalo lo make tempat yang seharusnya gue tempati selama gue kuliah di Surabaya ini” Yorin mendesah lega saat sikap juteknya bisa ia kurangi. Melihat sikap pria yang mengabaikanya ini, Yorin yakin betul kalau semakin di suguhi kata-kata ‘tak sopan’ pria itu semakin mengacuhkanya

 

“yaudah kita bisa berbagi tempat ini” jawab Heechul santai dan kembali melanjutkan langkahnya sampai ia tiba di depan pintu bernomor 72. Heechul memasukan ujung kunci ke lubang kuncinya dan segera memutarnya

 

Mau tak mau Yorin kembali mengikuti Heechul dan ikut masuk kedalam lalu ia segera menutup lagi pintunya

 

_______

Yorin menghempaskan bokongnya ke atas sofa yang ada di ruang tengah ini, ia memukul jidatnya dengan kepalan tangan kananya, matanya terpejam dan kepalanya bersandar pada kepala sofa. Anak rambutnya yang menempel di kulit wajah Yorin karena peluh yang ada tak di permasalahkan oleh gadis yang biasanya sangat suka menata rambut hitamnya

 

Ia teringat kata-kata pria yang menjadi ‘Housemate’nya sekarang

 

“kau lihat sendiri kan? cuma ada dua pintu, pintu kamar dan pintu toilet, kau tidur di sofa, bersihkan apartemen ini. jangan membantah”

 

“lo ga adil!”

 

“saya punya nama, Kim Heechul”

 

“gue ga mau tau nama lo”

 

“eh ini ga adil! masa lo tega ngebiarin seorang gadis tidur di sofa, gua di kamar!” lanjut Yorin emosi

 

“sudah ku bilang jangan membantah, penyewaan tempat ini atas namaku dan aku yang membayarnya jika kau keberatan silahkan pergi”

 

“sialan” gumam Yorin dan langsung pergi ke toilet karena tak mungkin ia pergi ke kamar yang sudah jelas di tuliskan di sorot matanya ‘kamar-itu-milikku’

 

Dan beberapa menit kemudian Yorin keluar dari toilet karena tak ada yang ia lakukan di dalam sana. Begitu keluar keadaan sunyi sekali. Yorin memberanikan diri mengintip kamarnya tapi pria timggi itu tak ada dan Yorin yakin dia sudah pergi entah kemana

 

Lalu… Disinilah ia… Duduk di sofa dengan kepala yang agak pusing memikirkan hari ini. Yorin pikir ini akan menjadi hari yang menyenangkan karena ia bisa bertempat tingal di sebuah apartemen yang nyaman selama ia kuliah di sini. Tapi kenyataanya sungguh berbanding tebalik

 

Yorin mempertanyakan kalimat yang di lontarkan pria itu ‘yaudah kita bisa berbagi tempat ini’ berbagi? cih!. Yorin mendengus sebal dengan posisi yang belum berubah

 

 

To Be Continued

Beneran aneh kan?:/ sori ya hahahaa~ yang jelas biar aneh dan ga bagus, cerita ini murni pemikiran saya~

 

-Eunhyuk wife-

Advertisements